Rabu, 10 Mei 2017

A.PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL
       Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Banyak para sosiolog dan ahli-ahli lainnya yang mengemukakan tentang teori-teori perubahan sosial dan kebudayaan:
1.   William F. Ogburn,mengemukakan ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial,yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
2.   Kingsley Davis,mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya,timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik.
3.   Maclver, perubahan-perubahan sosial dikatakannya sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
4.   Gillin dan Gillin, mengatakan perubahan-perubahan sosial sebagai variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima,baik karena peruabahan-perubahan kondisi geografis,kebudayaan materiil,komposisi penduduk,ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.

B.BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL
    Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya. Perubahan sosial budaya yang terjadi di dalam masyarakat sangat beragam. Secara umum, bentuk-bentuk perubahan sosial budaya dapat dibedakan sebagai berikut.

Berdasarkan Perubahan lambat
      Evolusi
      Evolusi adalah perubahan yang sangat lambat.Evolusi memerlukan waktu yang lama,di mana terdapat suatu rentetan perubahan-perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat.Pada evolusi, perubahan-perubahan terjadi dengan sendirinya,tanpa suatu rencana ataupun suatu kehendak tertentu.Perubahan-perubahan tersebut terjadi oleh karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan,keadaan-keadaan dan kondisi kondisi baru,yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.Rentetan perubahan perubahan tersebut,tidak perlu sejalan dengan rentetan peristiwa-peristiwa di dalam sejarah masyarakat yang bersangkutan.Contoh perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu.

     Berdasarkan perubahan cepat
     Revolusi
    Revolusi adalah perubahan yang sangat cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya. Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahan-perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relative cepat.Dalam revolusi,perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan,dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan. Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat.

     Secara sosiologis, agar suatu revolusi dapat terjadi, harus dipenuhi syarat-syarat tertentu,antara lain seperti berikut.
1.   Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.Masyarakat harus memiliki perasaan tidak puas terhadap keadaan yang ada,dan tumbuh keinginan untuk meraih perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.
2.   Harus ada seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.
3.   Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan masyarakat,kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas itu untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.
4.   Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat, artinya tujuan tersebut sifatnya konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Di samping itu,diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak,misalnya,perumusan sesuatu ideology tertentu.
5.   Harus ada “momentum” untuk melaksanakan revolusi, yaitu waktu yang tepat untuk memulai gerakan revolusi. Apabila “momentum” yang dipilih keliru, maka revolusi dapat gagal

C.FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN SOSIAL

 Sebab-sebab yang bersumber dalam masyarakat itu sendiri

    1. Bertambah Atau Berkurangnya Penduduk

 Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Missal, orang lantas mengenal hak milik individual atas tanah, sewa tanah, gadai tanah, bagi hasil dan selanjutnya, yang sebelumnya tidak dikenal.
 Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan, misalnya, dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial, yang memengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perpindahan penduduk telah berlangsung berates-ratus ribu tahun lamanya di dunia ini. Hal itu sejajar dengan bertambahnya banyaknya manusia penduduk bumi ini.

2. Penemuan-Penemuan Baru
 Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama adalah inovasi. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur-unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Penemuan baru sebagai akibat terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pengertian dari discovery dan invention.
 Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alasan atau gagasan yang diciptakan oleh seorang individu. Discovery baru berubah menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui, menerima dan menerapkan penemuan baru itu.

3. Pertentangan-Pertentangan Dalam Masyarakat
 Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu-kelompok, kelompok-kelompok. Pada umumnya masyarakat tradisional di Indonesia bersifat kolektif. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. Kepentingan individu walaupun diakui tapi mempunyai fungsi sosial. Banyak timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kelompoknya, yang dalam hal-hal tertentu dapat menimbulkan perubahan-perubahan.
 Pertentangan antar kelompok mungkin terjadi pada generasi muda dengan generasi tua. Pertentangan-pertentangan demikian itu kerap terjadi, apabila pada masyarakat yang sedang berkembang dari tahap tradisional menuju ketahap modern. Generasi muda yang belum terbentuk kepribadiannya lebih mudah menerima dalam beberapa hal mempunyai taraf yang lebih tinggi. Keadaan demikian dapat menimbulkan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Misalnya, pergaulan bebas antara wanita dengan laki-laki, cara berpakaian, atau derajat wanita yang kian sama di dalam masyarakat dan lain-lain.

4. Terjadinya Pemberontakan Atau Revolusi
Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan besar negara rusia yang mula mempunyai bentuk kerajaan absolut berubah menjadi diktator prpletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. seganap lembaga kemasyarakatan mulai dari bentuk negara sampai keluagra batin, mengalami perubahan yang mendasar.
    
Sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat

1. Sebab yang berasal dari lingkungan fisik yang ada di sekitar manusia
Terjadinya gempa bumi,banjir,tanah longsor dan lain mungkin menyebabkan masyarakat terpakasa harus meninggalkan tempat tinggalnya. misal pada waktu dulu masyarakat dulu berburu kini berpindah ke pertanian.
sebab yang bersumber pada lingkungan alam. kadang disebabkan oleh tindakan manusia itu sendiri.misalnya,penggunaan tanah yang sembrono tanpa memperhitungkan kelestarian humus tanah, penebangan hutan yang liar dapat menyebabkan banjir.

2. Peperangan 
 Peperangan dengan negara lain dapat pula menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan karena biasanya negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya pada negara yang kalah.
contohnya adalah negara yang kalah dalam perang dunia kedua banyak sekali mengalami perubahan dalam lembaga kemasyarakatannya. negara yang kalah dalam perang dunia kedua seperti Jerman dan Jepang mengalami perubahan besar dalam masyarakat.

3Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
Apabila sebab bersumber pada masyarakat lain, maka mungkin kebudayaan lain melancarkan pengaruhnya. hubungan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecendrungan untuk menimbulkan timbal balik, artinya masing-masing masyarakat lainnya. tetapi juga menerima pengaruhnya dari masyarakat yang lain itu. apabila salah satu kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih maka yang terjadi adalah proses imitasi yaitu peniruan terhadap budaya lain. mula-mula unsur tersebut ditambahkan kebudayaan asli namun lambat laun kebudayaan asli diubah dengan kebudayaan asing tersebut.

D.Faktor-faktor yang menghambat terjadinya perubahan Sosial
1. Kurangnya berhubungan dengan masyarakat-masyarakat lain
2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
3. Sikap masyarakat yang tradisionalistis
4. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat
5. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
6. Prasangka terhadap sesuatu yang baru/asing
7. Hambatan ideologis
8. Kebiasaan
9. Nilai parah

Nama: Mohd Ariful Fahmi Zikri
Dosen :Rohayati,S.Sos,M.I.Kom